{INVITATION}~Buka Puasa Bersama – Seminar – Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~

11 Juni 2017

Assalamu’alaikum.wr.wb
Salam Sejahtera bagi kita semua
Namaste
Rahayu

Selalu kita panjatkan Puji dan Syukur keHadirat Allah SWT, Semoga kita semua senantiasa dalam perlindungannya, Amin.

Sholawat dan Salam tak lupa juga selalu kita panjatkan kepada junjungan Nabi Besar kita Muhammad SAW, berkah serta kesejahteraan selalu berlimpah kepada keturunan – keturunan Beliau, Amin.

Sehubungan datangnya Bulan suci penuh keberkahan dimana yang kita selalu nantikan yaitu Bulan Suci Ramadhan, kami segenap pengurus PONDOK PESANTREN SHOLAWAT DARUT TAUBAH CABANG JAKARTA dan Masyarakat sekitar pada umumnya, dimana pada kesempatan ini akan mengadakan kegiatan dibulan Ramadhan khususnya untuk masyarakat sekitar. Dimana kegiatan – kegiatan ini berupa ;

PESANTREN ANAK JALANAN DAN SEMINAR KILAT

Kegiatan yang dimaksud berlangsung dalam 1 hari yang bertepatan pada Tanggal 14 Juni 2017 pukul 13.00 WIB – Waktu Berbuka Puasa, program kegiatan ini berisikan tentang ;

a). Materi Akhlaq

b). Materi Manajerial Waktu

c). Materi Nuzul Qur’an dan Dakwah Damai

d). Wawasan Ekonomi

e). Wawasan Komunikasi dan Jaringan

f). Wawasan Wira Usaha

g). Materi Dakwah Ramah

h). Santunan kepada Fakir, Miskin, dan Yatim / Yatim-Piatu

i). Buka Puasa Bersama

Dengan demikian rincian kegiatan yang akan kami laksanakan pada bulan suci Ramadhan, untuk lebih jelasnya kami telah lampirkan masing-masing proposal kegiatan ( terlampir ). Singkat informasi yang kami dapat sampaikan, kiranya Bapak / Ibu / Saudara / Saudari dapat memberikan bantuan untuk terlaksananya program kegiatan yang kami buat. Semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan dan perlindungan kepada kita semua, amin.

Wallohul Muwafiq ilaa Aqwamith Thorieq

Wassalamualaikum Waromatullahi Wabarakatuh.

PONDOK PESANTREN SHOLAWAT DARUT TAUBAH CABANG JAKARTA

Spoiler for PROPOSAL KEGIATAN:
{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~
{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~{INVITATION}~Buka Puasa Bersama - Seminar - Santunan Yatim & Dhuafa PPSDT Cabang JKT~

Untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan kegiatan acara kali ini kami selaku panitia ingin mengajak para donatur dan sponsor untuk ikut andil dalam kegiatan amal ini

dan bagi para donatur yang ingin menyumbangkan sebagian rejekinya bisa langsung transfer ke rekening berikut:

No. Rek. BRI:
0335.01.002208302
a/n Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah (PPSDT) Cabang Jakarta

harap menghubungi / PM jika sudah transfer ke deadmanksih
Cp / Whatsapp: 085696789797

salam guyub rukun, salam sungkem selalu
emoticon-Salaman

MENCIUM TANDA KENABIAN

16 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

“Ya Rasulullah, aku rela menebus jiwamu dengan jiwaku. Maka, bagaimana mungkin aku sampai hati meng-qishash dirimu. Sungguh, aku melakukan hal ini agar badanku dapat bersentuhan dengan badanmu. Sehingga, dengan demikian, Allah akan menghindarkan aku dari siksa api neraka dengan sebab kemuliaanmu”

Sahabat Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan, menjelang hari-hari terakhir Rasulullah Saw. menemui waktu wafatnya, beliau memerintahkan kepada sahabat Bilal r.a. untuk mengumandangkan azan. Orang- orang berdatangan menuju ke Masjid Nabi. Mereka berkumpul, baik dari golongan kaum Muhajirin maupun Anshar.

Rasulullah Saw. kemudian memimpin shalat dua rakaat dengan bacaan yang ringan atau tidak membaca ayat-ayat yang panjang. Kaum Muslim yang hadir bermakmum kepada beliau. Usai shalat, Rasulullah Saw. naik ke mimbar. Beliau membaca hamdalah dan kemudian menyampaikan beberapa nasihat dengan kata-kata yang tegas.

Para sahabat yang mendengar suara Rasulullah Saw. saat itu menjadi gemetar hatinya. Perlahan tapi pasti, mereka semua kemudian menangis. Baca entri selengkapnya »

TANGISAN SEBATANG POHON

15 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

“Sesungguhnya ia menangis karena menyesal atas hilangnya apa yang biasa ia dengar, yakni dzikrullah.”

Sebagai seorang kekasih Allah, segala sesuatu yang ada pada diri Rasulullah Saw. memiliki barakah yang banyak. Tak heran jika ketika Rasulullah Saw. berwudhu, orang-orang di sekitarnya mengambil air yang jatuh dari bekas wudhu beliau untuk diusapkan ke tubuhnya sendiri. Ada pula yang sekadar mengusapkan air itu ke wajah dan kepalanya. Hal itu disebabkan air tetesan wudhu dari Rasulullah Saw. tersebut memiliki berkah yang banyak. Sebab, air itu menetes dari tubuh kekasih Allah, tubuh yang penuh berkah.

Berbeda dengan manusia biasa. Jika manusia biasa yang berwudhu, maka tetesan air bekas wudhu yang jatuh dari anggota badannya itu membawa dosa-dosanya. Di samping mengambil berkah dari air tetesan bekas wudhu, orang-orang di sekitar Rasulullah Saw. juga mengambil keringat Rasulullah Saw.

Suatu siang, Ummu Sulaim menadah keringat Rasulullah Saw. yang pada saat itu sedang tidur. Beliau terbangun dan bertanya: “Apa yang sedang engkau lakukan, Ummu Sulaim?” Baca entri selengkapnya »

POHON DAN BATU TERBELAH

14 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

“Jika apa yang didakwahkan oleh Muhammad itu benar, maka boleh jadi sekarang ia duduk di atas balai-balaiku. Tetapi, besok, mungkin ia akan duduk di atas tengkuk kalian.”

Suatu ketika Abu Jahal bermaksud mendatangi paman Rasulullah Saw. yang sangat disegani oleh orang-orang suku Quraisy, yaitu Abu Thalib – semoga Allah mengampuninya dan merahmatinya. Abu Jahal merasa tak memiliki cara lain untuk bisa menghentikan dakwah Rasulullah Saw., kecuali dengan cara mendatangi pamanda Abu Thalib dan bernegosiasi dengannya.

“Abu Thalib, apakah engkau tidak tahu sesungguhnya Muhammad, keponakanmu itu, telah memunculkan sebuah agama baru yang jauh melenceng dari agama kita. Tak hanya itu saja, dia juga telah mencaci-maki para Tuhan kita. Selama ini, kami masih memaafkannya dan menolerir tindakannya itu lantaran rasa hormat kami kepadamu,” ujar Abu Jahal tatkala ia bertamu ke rumah paman Rasulullah Saw., Abu Thalib bin Abdul Muthallib.
Selanjutnya, Abu Jahal yang pada saat itu juga mengajak serta beberapa orang kawannya dari para pembesar suku Quraisy berkata: “Bujuklah ia agar mau meninggalkan aktivitasnya itu. Baca entri selengkapnya »

SEPOTONG ROTI PENEBUS DOSA

13 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

Abu Burdah bin Musa Al-Asyari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: “Wahai anakku, ingadah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti.”

Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.

Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangatletih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Baca entri selengkapnya »

CAHAYA DIATAS KEPALA

12 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

” Jangan bersedih. Anak keempatmu yang baru lahir itu kelak akan menjadi ratu di kalangan para wanita. ia akan menjadi pembimbing atas tujuh puluh ribu umatku.”

Rabi’ah Al-Adawiyah merupakan salah seorang tokoh sufi yang cukup tersohor dari Bashrah. Hampir bisa dipastikan, bahwa dia adalah satu-satunya wanita di tengah tokoh-tokoh sufi yang didominasi oleh kaum lelaki. Ia lahir dari keluarga miskin dan saleh. Bahkan, ketika Rabi’ah lahir, rumahnya dalam keadaan gelap gulita karena tak memiliki minyak untuk menyalakan lampu. Namun, setelah ia dewasa, justru ia menjadi pembawa cahaya untuk tujuh puluh ribu umat Islam.

Hal itu sesuai dengan pesan Rasulullah Saw. yang didengar oleh ayah Rabi’ah di dalam mimpinya. Tatkala Rabi’ah lahir, ibu Rabi’ah meminta suaminya agar meminta minyak kepada tetangga sebelah untuk menyalakan lampu. Ayah Rabi’ah pun pergi. Namun, setibanya ia di depan pintu rumah tetangganya, ia hanya meletakkan tangannya di daun pintu, tanpa mengetuknya. Kemudian ia kembali kepada istrinya dan mengatakan, bahwa tetangganya tak mendengar ketukannya sehingga mereka tak membukakan pintu untuknya. Baca entri selengkapnya »

ANTARA HARTA DAN KEKUASAAN

11 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

Hari ini kita mencoba mengingat lagi salah satu sahabat Nabi yang garis hidupnya senantiasa dilalui dengan perjuangan yang sarat dengan hikmah dan teladan. Sahabat Nabi yang ucapannya penuh dengan cahaya hikmah, derap langkah kakinya sarat dengan mujahadah,dan ayunan pedangnya yang selalu siap dibaris terdepan menegakkan kalimatillah. Dialah Imam Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah (Allah memulyakan wajahnya). Ia menikah dengan putri Rasulullah SAW yang tercinta yaitu Fatimah Az Zahra r.a Pernikahan mereka berlangsung dengan amat sederhana dengan mahar seharga pakaian besi milik Ali yang mana baju besi itu adalah pemberian Rasulullah sendiri yang selama ini menemaninya dalam berjihad. Baca entri selengkapnya »

KAKI PINCANG YANG MENGANTARKAN KE SYURGA

10 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

Tokoh dari Bani Salamah ini memiliki empat orang putra yang semua pemuda pemuda gagah berani yang selalu siap siaga dalam setiap menyambut seruan jihad dari Rasulullah SAW. ia merasa kecewa karena cacat kaki yang menjadikan ia pincang menjadikan ia gagal meraih kemulian sebagai ahlul Badar. Ia tidak bisa ikut perang Badar karena tidak lolos seleksi dari Rasulullah SAW. Beliau SAW memberi rukhsoh kepada mereka yang cacat untuk tidak ikut berangkat perang dan bisa digantikan oleh anggota keluarga lain seperti anak laki laki yang cukup umur atau budak laki laki yang bisa mengangkat senjata atau membawa perbekalan perang. Padahal ia telah menyiapakan segala sesuatunya dengan matang untuk bisa melengkapi tiga ratus tiga belas orang lainnya menuju medan Badar, tapi apa mau dikata Rasulullah SAW dengan tegas melarang ia untuk keluar Madinah. Dan ia harus taat kepada Rasulullah SAW. sebagai gantinya maka anak anaknya adalah pemuda pemuda yang menyumbang andil besar bagi kemenangan kaum muslimin di Badar. Orang tua yang pincang itu adalah Amr bin Jamuh r.a Baca entri selengkapnya »

SEGELAS AIR DARI IBLIS

9 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

” …sesungguhnya aku tadi berpaling dari iblis dan menolak mengucapkan kalimat yang ia ajarkan kepadaku. Aku tidak menolak kalimat syahadat yang kalian tuntun agar kubaca.”

Abu Zakaria Al-Zahid adalah salah seorang sufi dari tanah Arab. Tatkala ia mendekati ajalnya, ia tengah mengalami sakit panas, sehingga ia sering kali tidak sadarkan diri. Di tengah-tengah sakaratul maut itulah, orang-orang yang mengelilingi Abu Zakaria menuntunnya agar membaca kalimat syahadat. Berkali-kali orang berupaya menuntun Abu Zakaria untuk membaca syahadat, akan tetapi seolah-clah ia tak mendengarnya.

“IJ ilahn illallah, Muhammadur Rasulullah,” demikian orang-orang mencoba menuntun Abu Zakaria agar ia menirukan- nya. Sebab, ia benar-benar tak mendengarkannya, lantaran berada dalam keadaan tak sadarkan diri. Tatkala Abu Zakaria menggerakkan kepalanya dan tampak seperti sudah sadarkan diri, orang-orang kembali menuntunnya untuk membaca kalimat syahadat. Baca entri selengkapnya »

MENANGIS DI HARI RAYA

8 Februari 2017

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

“… aku ini hanyalah seorang hamba yang diberi perintah oleh Allah agar beramal untukNya. Aku telah melakukan banyak amalan. Tetapi, aku tak tahu apakah amalanku itu Ia terima ataukah tidak?”

Sahl bin Abdullah Al-Tustari adalah salah seorang sufi dari Mesir. Nama lerigkapnya adalah Abu Muhammad Sahl bin Abdullah Al-Tustari. Dia pernah berguru kepada Sufyan Al-Tsauri dan Dzun Nun Al-Mishri. Di samping itu, sejak usia belia, ia kerap mendapatkan amalan-amalan dari pamannya yang bernama Muhammad bin Sawwar. Setiap amalan yang ia dapatkan dari pamannya, selalu ia amalkan secara istiqamah. Sedang amalan- amalan itu sendiri selalu ditambah oleh pamannya. Menurut pengakuan Sahl, setiap ia mengamalkan sesuatu yang dianjurkan pamannya, ia selalu merasakan kemanisan dan kesejukan di dalam hatinya.

Sejak umur tujuh tahun, Sahl sudah mengamalkan puasa setiap ha rinya. Ia hanya berbuka dengan roti yang terbuat dari gandum. Puasanya ia laksanakan terus-menerus hingga ia wafat. Sepanjang malamnya, ia pergunakan hanya untuk berdzikir dan shalat. Keadaannya yang demikian itu dalam usia yang masih be’ia, justru membuat pamannya merasa khawatir dengan kesehatan Sahl. Baca entri selengkapnya »